Mungkin diantara pembaca ada yang memiliki jerawat yang membandel, kulit wajah kusam. Sudah mencoba berbagai produk namun hasilnya tetap sama.
Masker atau Bedak Dingin Saripohatji mungkin nggak terlalu populer untuk yang tinggal di luar Jawa Barat, karena Bedak dingin ini hanya ada di kota Bandung, Tasik, Ciamis, Sumedang dan Garut. Saya pun baru tahu bedak ini saat tinggal di Bandung.
Bedak SARIPOHATJI
Dari situ, permintaan semakin banyak sehingga tahun 1927 Siti Marijah mulai menekuni usahanya sebagai home industry. Siti Marijah kemudian memberi merk bedak ramuannya “Saripohatji”. Nama itu berasal dari nama dewi beras Sripohaci karena bahan dasar ramuan bedaknya dari tepung beras. Saripohatji dikemas memakai dedaunan kering dan dijual dari warung ke warung dengan menggunakan sepeda ontel. Seiring waktu, bedak Saripohatji pun terus menjadi tenar dan berkembang pesat. Antara tahun 1960-1980, Saripohatji merupakan merek bedak terkenal di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Mojang- mojang Priangan kala itu banyak yang menggunakan bedak Saripohatji sebagai kosmetik sehari-hari.
Namun, masa keemasan Saripohatji mulai redup sekitar tahun 1980, kini bedak Saripohatji sedang “megap-megap” karena kalah bersaing dengan kosmetik modern, terutama dengan gencarnya iklan di media tentang perawatan wajah hasil kosmetik modern yang bisa membuat anda jauh lebih cantik dan muda.
Menghaluskan, membersihkan dan mencerahkan wajah
Ampuh Bersihkan Jerawat dan Nodanya.
Bedak SARIPOHATJI

Bedak ini bernama bedak Saripohatji (Saripohaci). Bedak ini sudah ada sejak jaman dulu yaitu pada tahun 1927. Nenek Moyang kita menggunakan bedak ini untuk merawat kecantikan wajah mereka. Bedak ini pertama kali dibuat oleh S.Marijah dengan menggunakan ramuan rempah-rempah tradisional yang terpilih untuk merawat wajah para wanita Indonesia.
Kandungan bedak Saripohajti
Bahan dasarnya adalah tepung beras yang ditumbuk, dicampur ramuan sejumlah dedaunan seperti daun suji, pandan, daun jambu, daun beungbeureuman, mamangkokkan, dan teklan. Dicampur pula dengan ekstrak Curcuma xanthorriza (temulawak), Curcuma domestica (kunyit), Solanum lycopersicum (tomat), Citrus aurantifolia (jeruk nipis), serta bahan-bahan lainnya yang berasal dari alam. Tak kurang dari empat puluh macam bahan yang digunakan dalam ramuan Saripohatji. (diambil dari pikiran rakyat edisi 22 Juli 2010).
Pada awalnya Siti Marijah meramu bedak ini untuk keperluan dirinya sendiri. Namun ternyata para tetangganya tertarik dan meminta Siti Marijah untuk membuatkan bedak saripohaci untuk mereka. Rupanya mereka cocok dengan ramuan bedak buatan Siti Marijah membuat kulit halus, dingin dan putih selain itu juga ampuh menyembuhkan jerawa, menyamarkan luka bekas kuris, panu serta mengencangkan kulit wajah.
Kandungan bedak Saripohajti
Bahan dasarnya adalah tepung beras yang ditumbuk, dicampur ramuan sejumlah dedaunan seperti daun suji, pandan, daun jambu, daun beungbeureuman, mamangkokkan, dan teklan. Dicampur pula dengan ekstrak Curcuma xanthorriza (temulawak), Curcuma domestica (kunyit), Solanum lycopersicum (tomat), Citrus aurantifolia (jeruk nipis), serta bahan-bahan lainnya yang berasal dari alam. Tak kurang dari empat puluh macam bahan yang digunakan dalam ramuan Saripohatji. (diambil dari pikiran rakyat edisi 22 Juli 2010).
Pada awalnya Siti Marijah meramu bedak ini untuk keperluan dirinya sendiri. Namun ternyata para tetangganya tertarik dan meminta Siti Marijah untuk membuatkan bedak saripohaci untuk mereka. Rupanya mereka cocok dengan ramuan bedak buatan Siti Marijah membuat kulit halus, dingin dan putih selain itu juga ampuh menyembuhkan jerawa, menyamarkan luka bekas kuris, panu serta mengencangkan kulit wajah.
Dari situ, permintaan semakin banyak sehingga tahun 1927 Siti Marijah mulai menekuni usahanya sebagai home industry. Siti Marijah kemudian memberi merk bedak ramuannya “Saripohatji”. Nama itu berasal dari nama dewi beras Sripohaci karena bahan dasar ramuan bedaknya dari tepung beras. Saripohatji dikemas memakai dedaunan kering dan dijual dari warung ke warung dengan menggunakan sepeda ontel. Seiring waktu, bedak Saripohatji pun terus menjadi tenar dan berkembang pesat. Antara tahun 1960-1980, Saripohatji merupakan merek bedak terkenal di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Mojang- mojang Priangan kala itu banyak yang menggunakan bedak Saripohatji sebagai kosmetik sehari-hari.
Namun, masa keemasan Saripohatji mulai redup sekitar tahun 1980, kini bedak Saripohatji sedang “megap-megap” karena kalah bersaing dengan kosmetik modern, terutama dengan gencarnya iklan di media tentang perawatan wajah hasil kosmetik modern yang bisa membuat anda jauh lebih cantik dan muda.
Saripohatji telah membuktikan kemujarabannya dalam merawat kecantikan wanita-wanita Priangan. Buktinya wanita-wanita priangan memiliki wajah yang cantik dan bersih dan membuat para wisatawan berkunjung ke daerah priangan.
Cara memakainya bagaimana? lihat disini
So….Mengapa masih memilih yang mahal bila ada yang lebih murah serta mempunyai khasiat yang luar biasa bagi kulit anda….Cantik Alami akan lebih indah dan mempesona….
Cara memakainya bagaimana? lihat disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar